Wednesday, April 17, 2013

Indahnya Paris


Pada kesempatan ini penulis akan berbagi cerita tentang tempat-tempat indah di kota Paris. Alhamdulillah penulis dapat berkunjung dua kali ke kota mode ini. Yang pertama tahun 2008, penulis sempat tinggal sekitar 3 bulan di sana. Kunjungan kedua pada penghujung tahun 2009, kali ini sekitar 1,5 bulan. Dari dua kali kunjungan ini banyak tempat-tempat yang dikunjungi, mulai dari tempat wisata, bangunan bersejarah, sampai tempat-tempat unik, berikut ceritanya:

Sacre-ceur

Ini merupakan gereja tua di kota Paris, mulai dibangun sekitar tahun 1875 dan selesai tahun 1914 (sumber:Wikipedia), letaknya di atas bukit. Dari stasiun Metro Pigalle, bisa langsung berjalan kaki, lalu menaiki tangga setapak atau menggunakan sejenis kereta gantung untuk naik sampai di atas. Karena letaknya merupakan daerah paling tinggi di Paris, dikala senja pemandangan begitu indah melihat sekeliling kota Paris dilatarbelakangi matahari terbenam. Saya sengaja membahas Sacre-cuer ini diurutan pertama, karena bagi saya tempat ini adalah tempat paling indah di kota Paris.Menjelang malam suasana café-café di sekitar Sucre-ceur ramai dikunjungi muda mudi. Kalau anda ingin dilukis, disekitar café banyak seniman yang bakal menawarkan jasa untuk melukis wajah anda. Apabila anda ingin berkunjung kesini, sebaiknya mulai datang menjelang sore dan bisa menghabiskan waktu hingga malam.

Istana Versailles

Diurutan kedua saya memilih istana Versailles. Istana ini terletak di daerah Fountaineblue, 20 km dari kota Paris. Saya sarankan apabila anda ingin berkunjung ke istana ini sebaiknya menggunakan kereta. Karena disepanjang perjalanan anda akan melihat pemandangan indah pedesaan khas Pasris nan sejuk diselingi pemandangan sungai yang jernih. Tampak luar, istana Versailles ini tidak begitu istimewa, hanya seperti istana-istana tua lainnya. Tapi begitu anda masuk kedalam, suasana orisinil istana-istana zaman keemasan Prancis begitu kentara. Interior di dalam istana ini begitu indah, dipenuhi lukisan-lukisan di dinding maupun langit-langit. Perabotan-perabotan begitu megah dan klasik. Banyak terdapat barang-barang unik, seperti jam kuno, buku-buku, patung-patung.Tidak salah Prancis pada zaman dulu merupakan salah satu bagian peradaban maju.

Sungai Siene dan menara Eiffel
Dibandingkan dengan menara Eiffel, saya lebih tertarik membahas sungai Siene. Bagi saya keindahan sungai ini lebih baik dibandingkan keindahan menara Eiifel, walaupun menara Eiffeil merupakan tempat yang wajib dikunjungi di Paris. Sungai Siene terletak tidak jauh dari menara Eiffel, dimana sungai ini merupaka sungai yang membelah kota Paris. Kebersihan dan keindahannya sangat jauh dibandingkain sungai di Indonesia. Bagi anda yang tertarik berkeliling kota dapat menggunakan kapal yang menyusuri sepanjang sungai Siene ini.

Pantheon

Merupakan salah satu bangunan bersejarah di Paris. Dahulunya ini merupakan gereja, namun sekarang telah dijadikan museum. Di dalam gedung ini terdapat makam raja-raja Prancis, juga yang unik adalah terdapat jam kuno, dimana jam ini masih menggunakan bandul, merupakan jam bersejarah. Tips bagi anda yang berkunjung ke sini ataupun meseum lainnya di kota Paris, sebaiknya datang pada hari biasa di minggu pertama awal bulan, karena pemerintah mengratiskan biaya masuk alias tidak dipungut bayaran.

Arc de Triomphe
Arc de Triomphe terletak di ujung jalan Champs Elysees, bangunan kecil tapi memiliki bentuk yang unik. Selain itu, bangunan ini merupakan titik tengah dari 11 cabang jalan yang menjadi sentral di kota Paris sendiri. Bila anda hendak kesini dengan Metro, langsung turun di stasiun Charles de Gaulle-Etile.

Gereja Notre Dame
Merupakan gereja yang paling terkenal di Paris, setiap weekend selalu dipenuhi dengan turis yang datang kesini. Bagi saya kembali teringat film Hunchback and Notre Dame, tapi kalau dilihat lebih detail memang gereja ini sangat unik.

Bersambung...

Wednesday, April 3, 2013

Salju di gurun Saudi Arabia


                                                                 dok. pribadi

Apakah anda percaya bahwa ada salju di negeri penuh dgn gurun pasir tandus ini? Penulis saja awalnya tdk mempercayainya sampai akhirnya melihat dgn langsung. Ini terjadi ketika penulis berada di sebuah kota bernama Turaif.

Secara geografis, Turaif berada di utara Saudi, berbatasan langsung dgn Yordania. Turaif berada sekitar 385 km dr Riyadh. Umumnya merupakan gurun pasir dan bukit2. Mengikuti musim yg ada di Saudi, pada bulan2 Desember hingga February merupakan musim dingin.

Pengalaman penulis melihat salju ini terjadi sekitar bulan januari lalu, tdk terbayang sebelumnya melihat butir2 salju di gundukan gurun pasir. Hujan salju di mulai saat malam hari kira2 saat itu temperature -4 derajat celcius, ketika siang hari lama kelamaan saljunya mulai mencair. Sungguh fenomena yg indah.

Saudi Arabia Negeri Petro Dollar


Menurut data dr www.eia.gov, produksi minyak Saudi pada tahun 2012 rata2 sebesar 9,8 juta barel/hari, nomor 2 terbesar di dunia setelah Rusia. Sekedar hitung2an kasar dgn asumsi harga minyak rata2 100 USD/barel, maka pd tahun 2012 Saudi menghasilkan pendapatan sebesar 980 juta USD/hari (8,82 triliun Rupiah, dgn asumsi kurs Rp 9000/USD) hanya dr produksi minyak saja. Produksi minyak ini lebih kurang 10x lipat dr produksi minyak Indonesia. Bayangkan itu hanya sehari, dlm setahun berarti sekitar 3219 triliun Rupiah. Dgn uang segitu cukup utk membayar hutang bangsa Indonesia (sekitar 1975 triliun Rupiah) yg mungkin sampai kpn tdk jelas bisa terlunasi oleh pemerintah Indonesia.

Ada hal menarik mengenai negeri kaya minyak ini, walaupun pendapatan dr minyak bumi tergolong besar, tp tetap saja terjadi pembangunan yg tdk merata dan kesenjangan kehidupan yg tinggi. Selama penulis  setahun tinggal di Saudi, banyak mendengar rumor yg beredar di masyarakat, mengatakan bahwa penyebabnya karena banyak terjadi korupsi, kemudian banyak uang terkuras utk menutupi biaya lifestyle keluarga kerajaan yg hampir ribuan orang dan yg terakhir sangat menarik adalah rumor bahwa minyak yg di ekspor ke AS dijual di bawah harga pasar yg ditentukan sendiri oleh AS karena Saudi secara politik sudah di bawah ketiak mereka, sehingga pd kenyataannya pendapatan dr hasil penjualan minyak lebih kecil dr hitung2an di atas.

Tapi sebaiknya kita harus menerapkan budaya jgn terlalu percaya dgn rumor ataupun gosip, belum tentu rumor itu benar adanya. Untuk itu penulis akan memaparkan fakta2 yg ada.
1.       Berdasarkan data dr EIA, pd tahun 2012 Saudi tercatat mengekspor 7,5 juta barel/hari atau sekitar 76% dr produksi mereka. Dan hanya 1,2 juta barel/hari yg di ekspor ke AS atau sekitar 12% dr total produksi. Jumlah minyak yg diekspor ke AS ternyata tdk terlalu signifikan, kalaupun dijual dgn 1/2 harga pasar, secara logika uang yg hilang tdk terlalu banyak. Jadi rumor ttg penjualan minyak ke AS di bawah harga pasar mengakibatkan menurunnya pendapatan dr hasil minyak tersebut bisa terpatahkan.
2.       Menurut Indeks Persepsi Korupsi (CPI-Corruption Perceptions Index) tahun 2012, Saudi mendptkan nilai 44 dan menduduki peringkat 66 dr total 174 negara. Sebagai perbandingan, Singapura yg dianggap tingkat korupsinya rendah berada di peringkat 5. Sedangkan Indonesia berada di peringkat 118. Jadi berdasarkan Indeks korupsi tersebut, terbukti di Saudi memang terjadi korupsi, tp tentu saja tingkat korupsinya masih lebih rendah dibandingkan korupsi yg terjadi di Indonesia. (sumber: http://cpi.transparency.org/cpi2012/results/ )
3.       Dalam kurun waktu bbrp tahun terakhir banyak diberitakan ttg para koruptor yg ditangkap di Saudi, salah satu yg paling signifikan adalah yg menyangkut banjir di Jeddah tahun 2009 yg pd akhirnya mengakibatkan banyak pejabat pemerintah yg ditangkap. Ini merupakan indikasi bahwa memang banyak terjadi korupsi terutama di pemerintahan. (sumber:http://www.thenational.ae/news/world/middle-east/dozens-of-saudi-officials-held-over-corruption).
4.       Menurut info dr wikipedia, sekitar 2000an anggota keluarga kerajaan Saudi memiliki kekayaan yg wah. (sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Saudi_Royal_Family ). Dari pengamatan penulis selama ini menemukan fakta antara lain: di bbrp kota besar di Saudi, terdpt bandara khusus utk keluarga kerajaan, tentu saja kalau sudah ada bandara khusus, pesawatnya juga khusus, minimal pesawat jet. Hal ini terlihat jelas sekali setiap kita hendak ke bandara, ada sign board khusus yg mengarah ke bandara khusus royal family. Kemudian menyangkut kepala pemeraintah di setiap propinsi, sbg informasi dlm sistem pemerintahan di Saudi, yg memegang kekuasaan atau istilahnya gubernur adalah Prince dr keluarga kerajaan. Di bbrp kota besar yg penulis singgahi menemukan kalau “rumah” Prince di setiap kota termasuk rumah megah, bisa di bilang bagai istana. Kalau pembaca pernah berkeliling di kota2 besar di Saudi, spt Riyadh misalnya, jangan heran melihat mobil2 mewah spt Ferari, Porsche, Bentley, dll berseliweran kayak angkot. Ibarat kata kalau masyarakat lokal sudah spt itu, kebayang dong Princenya naik mobil apa. Sekedar berhitung kasar, kalau jumlah keluarga kerajaan sekitar 2000an orng, dgn lifestyle spt penulis sebutkan di atas, tentu saja jumlah pengeluaran yg di keluarkan pemerintah buat mereka tentu saja sangatlah besar.

Sebagai penutup, kembali ke pertanyaan awal, apakah rumor2 yg beredar di masyarakat Saudi benar adanya? Hanya Allah yg Maha Mengetahui.

Wassalam.

Tuesday, April 2, 2013

Selayang Pandang Saudi Arabia (Bagian 3)


Arab Saudi merupakan Negara kaya akan minyak, menurut data IMF (www.imf.org ), pendapatan domestic bruto (GDP) Saudi Arabia pada tahun 2012 adalah 657 milyar USD, kalau menggunakan asumsi kurs dollar sekitar Rp 9000 /USD, maka total GDP Negara Saudi sekitar 5913 triliun rupiah. Kontribusi pendapatan terbesar berasal dr penjualan minyak bumi.

Dikarenakan tuntutan pekerjaan, Alhamdulillah penulis beruntung bisa mengexplore bbrp kota di Arab Saudi, tersebar dr daerah selatan sampai utara antara lain: Al-Qasim, Riyadh, Tabuk, Haradh, Turaif, Duba, Al-jawh, Khafji, Dammam, dan Al-Khobar. Dari pengamatan penulis di bbrp kota tersbut dpt di simpulkan bahwa pembangunan sangat tdk merata. Utk kota2 besar spt Riyadh, banyak di temukan gedung2 tinggi, yg mana ini menunjukkan perekonomian hanya berkembang di kota2 tersebut. Ini sangat paradoks bila dibandingkan dgn kota2 kecil, spt Haradh dan Khafji, misalnya. Jangan kaget kalau di kota ini hanya terdapat bbrp SPBU dan toko2 kecil saja, padahal Haradh dan Khafji ini adalah kota2 terdekat dgn sumur2 minyak di Saudi. Alangkah ironis bukan, melihat fakta ini saya teringat dgn keadaan di Indonesia, sama persis. Pembangunan masih berpusat di kota2 besar, dan kota2 yg notabene empunya sumber daya di biarkan tanpa pembangunan.

Kembali melanjutkan cerita pada bagian 1 dan 2, setelah bbrp minggu di Saudi, penulis akhirnya mendpt teman orang Saudi yg enak di ajak berdiskusi dan orangnya sangat open minded juga jujur. Singkat cerita penulis akhirnya mengajak teman Saudi tersebut utk berdiskusi ttg pertanyaan2 yg belum terjawab selama ini. Begini ceritanya (note: sudah diterjemahkan langsung ke bahasa Indonesia dan penulis gubah dgn bahsa yg menarik).

Bro, kenapa sih gw liat di imigrasi bandara bisa antri ampe berjam2 begitu?, teman Saudi saya menjawab, Emang begitulah pegawai2 di sini kerjanya ogah2an, dan gak hanya di imigrasi tp hampir semua kantor pemerintahan begitu, sambil terdiam sejanak. Lalu saya malanjutkan, Apa karena gajinya kecil?. Gak juga, malah mereka dpt gaji lumayan, mana mau mereka kerja susah2 kalau gaji kecil, sahut dia. Oh begitu yah, sambil saya mengangguk2, Trus gw pernah liat ada juga tuh orng lokal yg kerja jaga toko!. Oh iya tp itu sangat jarang, jadi di Saudi itu, walaupun pendapatan pemerintah besar, tapi penduduk yg mampu bekerja tdk ada yg di subsidi, ujar dia. Pemerintah menginginkan semua rakyatnya bekerja utk mendptkan uang. Trus mohon maaf nih bro, gw liat kebanyakan orng2 lokal etos kerjanya sangat rendah, saya sengaja tdk menyebut pemalas, takut menyinggung perasaan teman saya. Maksud lo pemalas, haaa haaa emang benar itu sambil teman saya tertawa. Lalu teman saya melanjutkan, gak semua orng Saudi pemalas, itu hanya orang2 saudi yg pendidikannya terbatas, banyak juga yg berhasil, punya usaha sendiri, atau yg bekerja professional, dimana memang mereka mengenyam pendidikan yg lebih baik, umunya mereka rajin bekerja. Nah utk kasus di pegawai2 pemerintahan itu, karena kebanyakan masuk melalui jalur keluarganya.Wah nepotisme juga tuh dlm hati saya berujar. Tmn saya melanjutkan, di Saudi itu, pengaruh klan (tribe) sangat besar di masyarakat, lu bakal menemukan orang2 yg pongah karena dia merupakan klan besar, jadinya ini berakibat mereka bekerja semau gw dan seenaknya saja, toh mereka gak akan pernah di pecat karena ogah2an kerja. Contoh lain, ini juga penyebab kenapa pemuda Saudi banyak yg susah menikah, selain karena butuh biaya besar, biasanya keluarga besar si wanita, bakal nanya lu dr klan mana, kl lu dr klan ecek2 dan gak punya duit atau pekerjaan, habis lha sudah menjomblo seumur hidup, sambil dia tertawa lebar. Oh gitu toh sebabnya, saya menyahut.

Ok nih bro, ini pertanyaan terakhir, gw liat bbrp kota yg katanya daerah penghasil minyak kok malah gak ada pembangunan dan msh banyak penduduknya yg hidup biasa2 aja, ibarat kata Saudi khan Negara kaya, dr hasil minyaknya aja kayaknya bisa tuh bikin hijau semua gurun pasir di sini, saya berujar. Itu jg gw gak habis pikir, ujar teman saya. Tapi coba lu main2 ke Riyadh, trs lu liat gmn istana ama lifestyle keluarga2 kerajaan (royal family), ntr lu tau sendiri jawabannya, sambil teman saya tersenyum.
Demikian selayang pandang ttg Saudi Arabia, berdasarkan pengalaman penulis selama tinggal di sini. Silahkan pembaca menginterpretasi masing2, semoga ada hikmah & pembelajaran yg dpt dipetik.

Wassalam.

Monday, April 1, 2013

Selayang Pandang Saudi Arabia (Bagian 2)

Ternyata asal muasal sebutan negara Arab Saudi, punya cerita tersendiri. Sebelum kalahiran Nabi Muhammad SAW tahun sekitar 571 M, di negeri arab terdiri dr berbagai keluarga besar/klan. Berkat jasa Rasul, maka klan2 ini dpt bersatu. Namun sepeninggal Rasul tahun 632 M, mulai lagi bibit2 perpecahan diantara klan2 tersebut. (Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Saudi_arabia).
Hingga pd tahun 1902, muncullah seorang pemimpin dr keluarga al Saud yg bernama Abdul-Aziz bin Saud yg berinisiatif menjadi panglima perang melawan kesultanan Ottoman dan menyatukan kembali klan2 yg ada di Arab saat itu. Atas jasanya sebagai panglima perang, semua klan sepakat mengangkat beliau menjadi raja dan menamai kerajaan tersebut dr nama klan al Saud, yg kemudian menjadi Saudi Arabia. Selanjutnya dr keturunan klan al Saud yg menjadi raja2 hingga sampai sekarang.
Melanjutkan pengalaman di bagian 1, masih bercerita masa2 awal di Saudi, suatu ketika sedang libur weekend (di Saudi weekend adalah hari kamis & jum’at), saya sempatkan berkeliling melihat lebih dekat suasana kota Al-Khobar. Kotanya bisa saya katakan jauh dari sebutan kota metropolitan spt Jakarta, saya mengistilahkan kota klasik. Tdk ada bangunan tinggi spt ciri2 kota metropolitan??? Cuma ada pertokoan 2 atau 3 lantai saja. Tetapi di sini jalan rayanya lebar2, bisa sampai 5 jalur mobil.
Hari itu, saya niatkan pergi ke pusat perbelanjaan atau mall yg ada dkt hotel saya menginap. Sesampainya di tempat tujuan saya, namanya Dhahran Mall, jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, saya terkaget2 ketika sampai di mall tersebut, kenapa toko2 pada tutup? Trs orang2 pada sepi? Apa jam saya salah kali ya? Setelah celingak celinguk ke sana kemari, akhirnya saya melihat tulisan di dkt pintu masuk, ternyata toko2 baru buka jam 4 sore. Alamak, pantesan tutup semua. Ternyata jam bukanya pagi dr jam 9 – 11, sore buka jam 4 – 6, lalu dilanjutkan jam 8 – 12 mlm. Wah baru saya teringat perkataan teman di kantor, kalau di Saudi jam waktunya solat semua aktifitas harus tutup, termasuk toko2. Hmmm, singkat kata saya putuskan menunggu sampai jam 4 di dpn mall.
Jam 4 tepat toko2 mulai buka, saya pun akhirnya bisa melihat suasa kehidupan ekonomi disini. Pengamatan unik yg saya temukan adalah ternyata di Saudi tdk semua pekerja adalah orng Filipina, India atau Pakistan. Ada bbrp toko yg jaga ada adalah orng Saudi lokal. Hmm, pemandangan yg aneh, setau saya di negara2 timur tengah umumnya pekerja di toko2 adalah pendatang, spt kalo kita lihat di Qatar, dubai atau Abu Dhabi (cerita ttg Qatar akan di posting menyusul). Di karenakan penduduk lokal tdk bersedia di gaji kecil, mereka lebih memilih pekerjaan yg mumpuni. Kalau pembaca perhatikan di negara2 timur tengah tdk ada penduduk lokal yg jd cleaning service atau pekerjaan gaji kecil lainnya. Fakta yg kontradiktif dgn apa yg diceritakan supir taksi kemaren lalu, bahwa orang Saudi kebanyakan pemalas. Sungguh semakin penasaran saya dgn apa yg saya amati selama ini, apakah jawaban dr fakta2 di lapangan?
Sambil terngiang ngiang dgn semua pertanyaan tadi, saya putuskan utk kembali pulang ke hotel, di karenakan besok harus kembali bekerja.
Bersambung...

Selayang Pandang Saudi Arabia

Dalam artikel ini, penulis akan berbagi pengalaman selama tinggal di Arab Saudi yg katanya negara kiblat semua umat muslim di dunia.
Arab Saudi atau Saudi Arabia atau Kerajaan Arab Saudi adalah negara Arab yang terletak di Jazirah Arab. Beriklim gurun dan wilayahnya sebagian besar terdiri atas gurun pasir dengan gurun pasir yang terbesar adalah Rub Al Khali. Negara Arab Saudi ini berbatasan langsung (searah jarum jam dari arah utara) dengan Yordania, Irak, Kuwait, Teluk Persia, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, dan Laut Merah. Arab Saudi terkenal sebagai Negara kelahiran Nabi Muhammad SAW serta tumbuh dan berkembangnya agama Islam, sehingga pada benderanya terdapat dua kalimat syahadat yang berarti "Tidak ada tuhan (yang pantas) untuk disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah". (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi ).

Pertama kali menginjakkan kaki di Saudi sekitar bulan Maret tahun lalu (2012), tepatnya di kota Dammam, saya merasakan pengalaman baru yg penuh keanehan, yaitu ketika turun dr pesawat hendak melalui imigrasi. Ratusan orng sudah antri dlm 2 baris untuk mencap paspor, mulai orng India, Pakistan, orang bule, Filipina, dan cina. Dalam hati saya bertanya2, ada apa gerangan ini? Loket imigrasi ada 8 loket, kenapa antri bisa sedemikian panjangnya? Singkat cerita, saya menghabiskan waktu selama 3 jam utk melalui proses imigrasi ini.
Setelah ambil bagasi, keluar dr pintu sudah ada seorang india menenteng kertas bertuliskan nama saya. Wah sepertinya beliau yg menjemput saya, akhirnya setelah 3 jam berdiri bisa langsung ke tempat tujuan. Setelah memperkenalkan diri saya pun keluar dr bandara menuju tempat tujuan ke kota Al-Khobar, sekitar 45 menit perjalanan, kota Al-Khobar ini katanya kota pusat penghasil minyak bumi di Saudi, kalau di Indonesia seperti Balikpapan atau Pekanbaru. Selama perjalanan ini, terbersit lg pertanyaan yg timbul 3 jam lalu, kenapa begitu lama antri saat proses imigrasi, hanya 2 baris padahal banyak loketnya? Akhirnya saya bertanya kpd supir yg menjemput saya. Sang supir dgn entengnya menjawab  “Welcome to Saudi” sambil tertawa. Dia lalu berkata (saya terjemahkan langsung): tuan jangan kaget, begitulah kelakuan orng Saudi tuan, orang2 saudi memang seperti itu, pemalas. Tuan bisa lihat sendiri ada yg sambil nelpon, ada yg ngobrol dgn temannya, ada yg keluyuran gak jelas. Makanya cuma buka 2 loket saja. Wow mendengar jawaban si supir, saya terkaget2. Apa benar orng Saudi seperti itu dlm hati saya? Kemudian si supir melanjutkan, tuan masih beruntung 3 jam malah kadang lebih parah bisa sampai 5 jam, terutama utk yg baru pertama kali datang di Saudi. Mendengar cerita si supir saya hanya mengangguk2 saja, sambil setengah percaya dan tidak.
Akhirnya saya sudahi pembicaraan dgn melihat pemandangan di sepanjang jalan. Hampir sama yg saya lihat dr pesawat cuma gurun pasir sejauh mata memandang. Kemudian tidak beberapa lama kita melewati pusat kota Dammam. Saya tertegun sejenak melihat kota ini, tertegun bukan karena kagum, tetapi tertegun karena bingung. Ini kota Dammam kok gak ada gedung tingginya yah? Cuma ada jajaran toko berlantai 3 di sepanjang jalan. Katanya propinsi ini (eastern province), kaya akan minyak bumi dan merupakan kota industri di Saudi, tp kok kotanya seperti ini. Hmm, mungkin pembangunannya bukan di sini, tp di Al-Khobar gumam saya.
Setelah 15 menit berlalu, si supir berkata, tuan kita sudah memasuki kota Al-Khobar, waks, saya kembali terkaget2. Ternyata kota al-khobar tidak lebih bagus dr kota Dammam. Kenapa seperti ini yah? Pertanyaan ini terus timbul di benak saya. Dan sesampainya di hotel tempat saya menginap pertanyan ini masih terngiang2 tanpa jawaban.
Saya mengenyampingkan sejenak pikiran2 & semua pertanyan itu, saatnya beristirahat setelah lebih kurang 14 jam perjalanan dr Jakarta.
Bersambung…

Sunday, March 31, 2013

Budaya Asbun dan Asbut

Terkadang penulis tergelitik ketika membaca komentar postingan dlm beberapa artikel2 yg ada dlm berita online atau sosmed akhir2 ini. Ketika seseorang memberi komentar, penulis menemukan bbrp orng hanya memberi komentar yg isinya hanyalah berisi sumpah serapah dan hujatan saja. Sampai2 adu argumen ngalur ngidul gak ada ujung. Alangkah elok apabila kita tidak sependapat atau tdk sesuai dgn apa yg dituliskan dlm sebuah postingan atau artikel, kita berdiskusi dgn memberi komentar atau kritik yg membangun.
Apa itu kritik yg membangun?
Mengutip dr www.kamusbesar.com, kritik membangun adalah kritik yg bersifat memperbaiki. Jadi ketika kita tdk sependapat dgn seseorang, karena merasa dlm postingan tersebut ada hal yg harus diperbaiki atau tdk sesuai, kita berikan argumen atau pendapat lain yg tentu saja harus berdasarkan referensi tertentu, seperti data & fakta yg ada. Bukan hanya dgn memberi argumen yg asbun (asal bunyi) atau asbut (asal sebut). Dgn harapan kritik yg kita berikan dpt memberi masukan bagi si penulis atau yg posting artikel tersebut, sehingga dpt diperbaiki di kemudian hari.
Marilah kita mulai dr skrng, tinggalkan budaya asbun & asbut, juga budaya menghujat. Sudah saatnya bangsa kita bangkit dan maju dgn budaya yg selalu memberi kritik membangun.
Salam.